Wednesday, 5 December 2018

KELAM

lagi-lagi dingin
"hujan bulan desember" frasa puitis yang membuat suasana romantis
tapi tidak buatku
 ini benar-benar desember kelam
keterpurukan yang hakiki
entahlah bahkan menulis catatan ini , fikiran dan hatiku sedang dalam kondisi tidak singkron
inilah bulanku bagaimana aku merasa benar-benar merasa sendiri
luka kemarin yang belum kering kini sudah dibasahi lagi dengan hujan desember, bukankah hal itu menambahkan sakit
aku ingin mengeluh kepada siapapun
yang dia hanya cukup mendengar tanpa bertanya hanya sekedar ingin tahu
yang jemarinya selalu menyeka air keluhku
yang pundaknya bersedia menerima sandaranku
yang ikhlas melepas waktunya hanya untuk mengusap dan menepuk bahuku
yang setiap dinginnya tak ia perdulikan, cukup mendekapku hangat
dia ada
tapi keberadaannya tak bisa ku rengkuh
dijauh dari pelupuk mata
hanya kehangatan semunya yang kadang kala hadir
dia datang bersama dingin dan kelamnya Desember
Sendiriku ada dia yang menginginkanku menanti..

Sunday, 21 October 2018

BODO AMATT!!!!

perkenalkan manusia paling melankolis sedunia
yappp is me
mau bukti?
sudah baca postingan-postingan sebelumnya bukan, curahan hati yang galau, menye, melo melo gimana gitcuu
thats right my first goals dari blog ini adalah media untuk aku menyalurkan perasaan hati yang gundah gulana karena love life ataupun keadaan yang terpuruk
semakin ke sini semakin merasakan cobaan perasaan yang semakin gede
misalnya nih tentang pasangan, to the point aja lah ya
"saya" pernah diputusin karena alasan yang agak sepele menurut saya
ini dari sudut pandang saya lo ya
saya typical orang yang kalo udah punya satu ya itu, apapun bakal saya lakuin asal masih dalam zona batas-batasan pada umumnya, tulus? sangat, pakek perasaan? ya kalik pacaran gak perasaan, cinta?
ndak usah ditanya,
ada sikap yang dia tidak sukai dari saya, yang katanya masuk dalam kategori possesif
dari situ saya dapat pelajaran, apa yang kita rasa tulus belum tentu yang orang lain rasain itu sama
nangis sampai kejer, tiap mau tidur nangis, makan sampe mau muntah, gak makan (gak pernah kecuali puasa wkwkwk), pergi pagi pulang pagi, mata always sembab, itulah serangkaian kebodohan-kebodohan yang sudah saya lakukan
ada lagi deng, posting status tentang kegalauan saya yang gak bisa move on inilah tindakan kebodohan yang paling hqq padahal dia udah gonta-ganti gandengan beberapa kali
gak nyoba cari pengganti? sudah beberapa orang yang datang, mau gimana lagi isi kepala masih dia, dia, dan dia , takut cuma jadiin pelampiasan,
balik lagi sama tema kali ini
sampai pada titik ini
saya mulai merasa, hati ini masih dikendalikan orang lain, yang tidak lain adalah dia
ini nih otak saya mulai mikir, hai girl, lo itu manusia, mau aja masih dikendalikan orang lain, nyiksa diri, sedangkan dia kipas-kipas, so stupid human!!!
saya merasa perlu bicara di depan cermin, jalan satu-satunya adalah membatukan hati, dan gunain otak lebih banyak, susah? susah banget, ini seperti bertentangan dengan yang sudah jadi sifat aslimu,
fyi tapi ini ampuh banget buat hadapin dia yang suka pamerin pasangan barunya, pakek emoticon laf laf, kadang suka ngakak sendiri juga seh, pingin aja ngomong " iyo iyo mas, sik to iki sik nge gas te move on, iyo ayu pacarmu sing saiki" hasrat ingin nyinyir semakin tak terbendung.
kembali ke topik lagi
otomatis sikap bodoh amat akan terbentuk sendiri, dan saya dan dirimu akan kembali fokus menyongsong masa depan yang sudah kelihatan silaunya
selamat malam, maaf bahasa postingan kali ini agak sarkas tapi ini berdasarkan realitas

salam sayanggg

muahhhhhh 









Monday, 8 October 2018

Patah Hati

Terimakasih!
tentang air mata malam ini
teman dalam perjalanan pergiku
selamat telah menemukan yang baru semoga memang dia pilihanmu
semoga dia yang seperti inginmu
semoga dia yang bisa sedunia denganmu
maaf, ketika memilihku adalah kesalahan terbesar untukmu
tapi percayalah kehadiranmu dalam hidupku adalah pilihan Tuhan dengan alasan
hadirmu adalah anugerah dimana ada hikmah
ketika aku baru tahu tentang kekurang-kuranganku yang sempat membuatmu jengah
mengenalmu aku mengerti tentang kesalahan prioritas
setelah perpisahan itu, sepanjang hari, sepanjang bulan, pikiran dan hatiku selalu ada padamu
hingga aku lupa semua hal yang lain
aku terlalu besar menaruh harap agar kita kembali, hingga malam ini dan berkat kamu lagi
aku sadar bahwasanya penantian ini lebih baik disudahi
Terimakasih sekali lagi, telah mengajarkanku sabarnya penantian yang berujung keikhlasan
semogaku aku bisa sepertimu, bahagia tanpa ada kita
tak mudah menghilangkan perasaan ini, tapi biarlah ini urusanku dengan Tuhan
biarlah di sini aku memberi tahu, karena aku tahu tulisan ini tak akan pernah kamu baca
aku tak bisa memberimu rasa yang besar seperti dia yang sekarang ada di sisimu
tapi dalam doa setelah sholatku aku minta sama Tuhan, tolong jaga dia Tuhan orang yang pernah dan masih saya sayang, lancarkan segala urusannya Tuhan dalam perjalanan panjangnya,
mungkin kita akan selamanya menjadi orang asing, tapi tentangmu akan berkisah di sini
Salam Bahagia 
sesi

Tuesday, 25 September 2018

Coffee Latte

adakah yang lebih bermakna 
pada rasa kopi dengan paduan creamer berlebih 
kental, pahit dan manisnya pas
diminum di sudut kedai kopi sederhana 
membaca novel dengan sesekali memandangmu yang tengah serius menakar gula dan kopi
kamu begitu fokus menemukan takaran yang pas 
.....
itulah mimpiku setelah kamu bermimpi untuk mencoba menjadi seorang barista
imajinasi seorang perempuan penakut sepertiku
berjuta kata seandainya yang ia pikirkan ketika menjungkirkan kepala di tepian tempat tidur
apakah  seindah itu?
ketika kamu menyodorkan secangkir kopi resep barumu, kamu begitu antusias menanti komentarku
dan aku menggodamu dengan raut wajah tidak suka ketika menyesapnya,
kamu begitu khawatir kalau aku tidak menyukainya padahal kamu sudah mebuatnya dengan sungguh-sungguh
dan aku langsung tertawa dan mengatakan " its so awesome taste Mr Barista", dan kamu langsung tersenyum mencubit pipiku,

selucu itu imajinasiku, setelah tentang kopi pernah menjauhkan kita
apakah kopi bisa menyatukan kita lagi?
kisah kita dulu memang sepahit kopi, kenapa sekarang tak coba kita tambahkan creamer agar lebih lembut memaknai, tambahkan gula agar lebih ada rasa manis,
seperti coffee latte, perpaduan rasa pahit,manis, dan lembut yang pas dalam hidup
tak seperti dulu manis di awal dan pahitnya meledak-ledak di akhir,


untukmu, Lelaki penyuka kopi

Friday, 29 June 2018

For Muroidea

Pagi
katamu, tanpa hadirku hidupmu tenang
perih? tentu
tapi perih itu menyadarkan, betapa bodohnya
iya bodoh, aku masih memikirkan segala tentangmu
bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja, apakah kamu dalam keadaanmu sehat
ternyata keberadaankulah yang membuatmu dalam keadaan tidak baik-baik saja
kata tentang "kita" mestinya memang tak pernah ada antara kamu dan aku
aku? aku akan menghilang dari kehidupanmu, perlahan-lahan segala tentangmu akan kuhapus
aku dan kamu memang awalnya tak saling mengenal memang lebih baik tak saling mengenal
sudahlah menjadi orang asing lagi jauh lebih baik
aku ingin ketika berpapasan denganmu lagi, perasaan dan kenangan tentangmu benar-benar tidak ada
biarlah semua tertuang di sini,
aku dan kamu memang tak akan pernah jadi kita
Tuhan yang merencanakan, dan ini adalah yang terbaik untuk kamu begitupula aku
Selamat tinggal, semoga kamu tenang tanpa hadirku,
Selamat tinggal manusia yang pernah ku panggil Muroidea




~ss

Thursday, 21 June 2018

Junius

Juni
Sepertinya tidak lelah melihat manusia dalam dinginnya kesepian 
Tentang perih yang telah dilalui 
Begitupun luka yang telah dibawa dan tetap dijaga 
Ia tak butuh penyembuh atau pengganti
karena Ia sadar 
Waktulah yang akan membuatnya baik-baik saja 
Ia juga tahu setiap penghujung bulan akan memberi ia kisah baru 
bukan berarti kenangan yang lalu ia tanggalkan begitu saja
tetap tertata rapi pada laci-laci di sudut kecil hatinya 
semakin usang dan berselimut debu 
akan ada deras air mata yang jatuh 
seperti kata sapardidjokodamono tentang hujan bulan juni 
tahun ini jatuh pada penghujung bulan 
mendungnya menggantikan senja, kelamnya seperti luka 
dan rintiknyalah yang begitu menyayat 
tetapi ia manusia yang bersahabat dengan waktu 
memilih menikmati dinginnya di ujung sore 
secangkir teh hangat bersama kenangan, ketenangan, dan perihal semua tentang perpisahan yang membuatnya kuat
Ia tak tahu tentang makna sabar 
tetapi ia tahu bagaimana dilepas bukan melepas
ia tahu sakit tapi tak mau menyakiti
Sesedarhana itu ia memaknai bulan Juni 

Friday, 11 May 2018

Usai

Waktu berlalu terlalu singkat
Apakah setiap detik kenangan akan hanya terkenang dan tinggal kata-kata malam ini
Setiap kata yang kau tulis pagi itu penuh makna dingin yang menghujam
Iyaa, rangkaian kalimat itu mampu membuat pelupuk mata ini begitu basah dan panas
Apakah hari-hari yang kita lewati bersama terlewat begitu saja?
Apakah setiap dekapan, setiap genggaman, setiap matamu menatap mataku, setiap senyummu dan senyumku mengembang karena sesuatu hal lucu, dan setiap ucapan sayangmu dan sayangku akan usai begitu saja
Logika ini begitu membencimu, tapi hatiku berkata "jangan pergi"
Kalimatmu "aku sudah tak tahan dengan sikapmu"
Membuatku Sakit
Apakah kamu tahu betapa sesaknya menahan rindu?
Apakah kamu tahu sesabar apa aku menunggu kabar darimu padahal kamu telah terlelap tidur
Aku hanya ingin sedikit waktumu, aku rindu
Aku rindu yang pernah ada kita
kita yang pernah saling mendekap, saling genggam dan menguatkan,
Apakah malam ini aku saja yang sedang merindukan kita
Kamu ingin lepas, dan aku tetap saja tidak bisa ikhlas
Mana kalimatmu yang dulu mampu meyakinkanku agar aku memilihmu
Jangan katakan ini hanya sebuah mainan rasamu
Ku mohon
Terimakasih
Aku tak akan lupa dan tak ingin melupa
bahwasannya kau pernah ada di hati dan mungkin akan selalu dalam ruang kecil di lubuk hati
Tak ada yang bisa kuperbuat, hanya lewat kata dan frasa,
Kalimat tentangmu akan ku tuliskan
Dari, Yang pernah dan masih sayang
15005 

'tween you and me

almost 3 Years antara aku dengan kamu  apa yang membuat kita bertahan selama ini dan semoga akan selalu tak jarang kita bertengkar, aku deng...