Malam ini malam takbiran
Takbir sedang berkumandang diselingi bunyi petasan di mana-mana
12x malam takbiran tanpamu ayah
Di luar begitu ramai yahh kenapa hatiku merasa sepi??
Ibu begitu repot menyiapkan makanan di dapur, apakah ayah tidak merindukan masakannya?
Lihat keponakan-keponakanku sekaligus menjadi cucumu mereka kian hari kian tumbuh besar yah dan mereka lucu yang bikin rumah ini ramai
Ayah selamat lebaran semoga ayah nyaman di tempat sana
Yahh air mata sesi gak bisa dibendung lagi, yah sesi pengen peluk ayah
Ternyata perjumpaanku denganmu hanya sesingkat itu
Masa remaja sesi terlewatkan tanpa ayah, tenang yah sesi sekarang sudah belajar dewasa..
Ayah ..
Rumah sepi
Yah sebentar lagi aku mau punya keponakan baru, cucu baru buat ayah sepertinya cowok
Semoga kehadirannya membawa barokah aminn
Sudah dulu ya yahh peluk hangat dari anakmu
Tuesday, 5 July 2016
Thursday, 23 June 2016
Harapan Kosong
Setelah sekian lama aku tak pernah membuka hatiku untuk
selebar ini
Kamu datang dan memperkenalkan diri lewat temanku
Awalnya aku anggap perkenalan yang biasa-biasa saja
Tetapi kamu terlihat begitu meyakinkan sehingga pintu hatiku
terketuk
Dan hati ini sudah terbuka
Tiba-tiba kamu menghilang begitu saja
Bohong besar, jika saat kamu menghilang aku terlihat
baik-baik saja
Suatu pagi kamu datang lagi dengan sejuta keramahan
seakan-akan kemaren tidak terjadi apa-apa
Kali ini aku masih bisa menyambut sapaanmu seperti biasanya
Aku jatuh cinta dengan segala candaan dan perhatianmu
Rasanya seperti melayang-layang di udara
Tapi kamu berubah seperti gaya gravitasi, menarikku ke bawah
menuju bumi dan membantingku begitu saja..
Kamu pergi lagi dan lagi
Kamu datang dengan penuh kesopanan lalu kenapa kamu pergi
seperti layaknya seorang preman?
Apa aku hanya tempat singgah ketika kamu bosan??
Tolong
Ini hati bukan mainan, jika kamu ingin pergi pergilah
Jika kamu ingin datang menetaplah
ku mohon, aku takut
jika hati tak bisa terbuka lagi
aku ikhlas jika kamu ingin terlepas tapi jangan pernah lagi
datang pada kehidupanku lagi
Tuesday, 10 May 2016
Happy Birth Day
Happy Birth Day
Hari ini adalah hari yang kau tunggu bertambah satu tahun usiamu bla bla bla kata jamrud
Selamat ulang tahun ya, seseorang yang pernah mengisi sebagian dari hidupku
iya seseorang itu adalah kamu,
kamu yang dulu pernah berbagi cerita tentang mimpi-mimpimu dan mimpi-mimpiku
Semoga bertambahnya usiamu kali ini, bertambah dewasamu juga jangan lupa ditingkatkan ibadahnya, semoga selalu diberi kelancaran pada semua perkejaanmu jangan lupa juga dijaga kesehatannya,
Semoga impianmu yang pernah kita bincangkan waktu dulu akan segera terwujud
maaf tak bisa memberikanmu apa-apa kecuali doa yang penuh pengharapan yang baik untukmu
Jujur aku merindukan saat dimana kita selalu membicarakan tentang kehidupan dan mimpi-mimpi, tenang aku masih bisa mengendalikan rasa rinduku, Aku yakin Tuhan akan mempertemukan kita lagi meskipun dalam suasana yang berbeda.
Mungkin kita akan dipertemukan lagi saat ada reuni sekolah 10 atau 15 tahun lagi, saat penampilanmu sudah menjadi sosok yang lain. Saat tangan kirimu sudah menggendong anak kecil yang mirip denganmu dan tangan kananmu menggenggam tangan seorang wanita cantik. Ahh sungguh lucu membayangkannya.
Terimakasih banyak sempat mewarnai cerita hidupku, semoga kebaikan selalu menyertaimu

Hari ini adalah hari yang kau tunggu bertambah satu tahun usiamu bla bla bla kata jamrud
Selamat ulang tahun ya, seseorang yang pernah mengisi sebagian dari hidupku
iya seseorang itu adalah kamu,
kamu yang dulu pernah berbagi cerita tentang mimpi-mimpimu dan mimpi-mimpiku
Semoga bertambahnya usiamu kali ini, bertambah dewasamu juga jangan lupa ditingkatkan ibadahnya, semoga selalu diberi kelancaran pada semua perkejaanmu jangan lupa juga dijaga kesehatannya,
Semoga impianmu yang pernah kita bincangkan waktu dulu akan segera terwujud
maaf tak bisa memberikanmu apa-apa kecuali doa yang penuh pengharapan yang baik untukmu
Jujur aku merindukan saat dimana kita selalu membicarakan tentang kehidupan dan mimpi-mimpi, tenang aku masih bisa mengendalikan rasa rinduku, Aku yakin Tuhan akan mempertemukan kita lagi meskipun dalam suasana yang berbeda.
Mungkin kita akan dipertemukan lagi saat ada reuni sekolah 10 atau 15 tahun lagi, saat penampilanmu sudah menjadi sosok yang lain. Saat tangan kirimu sudah menggendong anak kecil yang mirip denganmu dan tangan kananmu menggenggam tangan seorang wanita cantik. Ahh sungguh lucu membayangkannya.
Terimakasih banyak sempat mewarnai cerita hidupku, semoga kebaikan selalu menyertaimu

dariku
masa lalu
Thursday, 28 April 2016
Sweet Coffe
Panas, pahit ditambah hambar pas untuk mendiskripsikan kopi yang aku pesan malam ini, entah kebetulan atau tidaknya rasa kopi kali ini menggambarkan suasana hatiku. Angkringan malam ini begitu ramai tetapi hatiku serasa sepi. Gelak tawaku adalah penahan rasa sakit. Hatiku menuntunku menunjukkan sebuah kekecewaan sekaligus melegakan. Tuhan terimakasih telah memberitahuku lebih dulu ternyata dia bukan yang terbaik.
Malang kota yang dingin dan air mataku membeku sehingga tidak menetes ditempat itu. Kecewa tetapi tidak sakit dan sempat membuatku menganga. Lewat perasaan yang membingungkan ini banyak memberi pengalaman hati. Dari yang sering kepikiran dan kekhawatiran gara-gara dia gak muncul di timeline, sekedar mendapat like dari dia sudah bahagia. Aneh memang tetapi mudah-mudahan ini sudah berakhir. Mudah-mudahan jari-jariku tak akan mengetik namanya di seluruh sosial media, mudah-mudahan hatiku tak menunggu kemunculan timelinenya. Ya sesimple itu keinginanku, melupakan yang seharusnya tak pernah aku lakukan.
Mengapa harus kopi pahit? sementara manisnya sup buah masih mendinginkan. Bukan benci pada kopi. tetapi saat ini hanya tak ingin merasakan rasanya pahit, karena bukannya yang manis itu lebih indah. Mungkin kenangan ini akan teringat saat aku kembali ingin mencicipi kopi lagi, entahh kapan tapi yang pasti aku ingin yang manis bukan yang hambar. Dan untuk kopi pahit malam ini the last dan ikhlas ya..... Selamat tinggal, dan bila kita bertemu aku tidak akan lagi meminummu mungkin hanya menyapamu. Dan satu lagi selamat akhirnya kamu menemukan takaran gula yang pas untuk membuatmu sedikit manis.

Malang kota yang dingin dan air mataku membeku sehingga tidak menetes ditempat itu. Kecewa tetapi tidak sakit dan sempat membuatku menganga. Lewat perasaan yang membingungkan ini banyak memberi pengalaman hati. Dari yang sering kepikiran dan kekhawatiran gara-gara dia gak muncul di timeline, sekedar mendapat like dari dia sudah bahagia. Aneh memang tetapi mudah-mudahan ini sudah berakhir. Mudah-mudahan jari-jariku tak akan mengetik namanya di seluruh sosial media, mudah-mudahan hatiku tak menunggu kemunculan timelinenya. Ya sesimple itu keinginanku, melupakan yang seharusnya tak pernah aku lakukan.
Mengapa harus kopi pahit? sementara manisnya sup buah masih mendinginkan. Bukan benci pada kopi. tetapi saat ini hanya tak ingin merasakan rasanya pahit, karena bukannya yang manis itu lebih indah. Mungkin kenangan ini akan teringat saat aku kembali ingin mencicipi kopi lagi, entahh kapan tapi yang pasti aku ingin yang manis bukan yang hambar. Dan untuk kopi pahit malam ini the last dan ikhlas ya..... Selamat tinggal, dan bila kita bertemu aku tidak akan lagi meminummu mungkin hanya menyapamu. Dan satu lagi selamat akhirnya kamu menemukan takaran gula yang pas untuk membuatmu sedikit manis.

Salam
Baristalius Amatiro
Wednesday, 9 March 2016
Dear : Kamu
Bingung memuali dari mana, dari mana aku mulai menyayangimu begitu dalam, aku juga tak tahu persis kapan itu.
Kamu begitu menarik dan aku tertarik
Aku tak pernah tahu bagaimana cara mengungkapkan segala rasa yang terpendam
Kamu begitu acuh sehingga sekedar menatapmu saja rasanya begitu rikuh
Aku suka segala tentangmu, cara kamu tersenyum, berbicara bahkan saat kamu merasa unmood
Hanya lewat tulisan sederhana ini aku mengungkapkannya, mencurahkan semua, menerangkan semua bahwa aku sangat-sangat mencintaimu
Lewat kamu aku tahu bagaimana sakitnya menahan,menyimpan erat-erat perasaan ini
Rasanya lelah ketika aku berperan seolah-olah menjadi teman biasa, saat harus menyapamu tapi aku urungkan
Saat ini aku menulis satu demi satu kata, kata yang terus mendiskripsikan segala tentangmu
Apakah suatu saat kamu akan membaca tulisan ini??
Jika, iya itulah sebuah keajaiban.
Biarlah keajaiban yang menyampaikan segala rasaku
Aku mencintaimu sungguh, tapi maaf jika rasa ini tak akan pernah tersampaikan
Udara di kota dingin malam ini menjadi saksi, bangku-bangku kosong di dalam gedung biarlah menyimpan semua rahasiaku
Aku tak mau egois, menyalahkanmu karena tak pernah peka dengan perasaanku
Berbahagialah
Kamu begitu menarik dan aku tertarik
Aku tak pernah tahu bagaimana cara mengungkapkan segala rasa yang terpendam
Kamu begitu acuh sehingga sekedar menatapmu saja rasanya begitu rikuh
Aku suka segala tentangmu, cara kamu tersenyum, berbicara bahkan saat kamu merasa unmood
Hanya lewat tulisan sederhana ini aku mengungkapkannya, mencurahkan semua, menerangkan semua bahwa aku sangat-sangat mencintaimu
Lewat kamu aku tahu bagaimana sakitnya menahan,menyimpan erat-erat perasaan ini
Rasanya lelah ketika aku berperan seolah-olah menjadi teman biasa, saat harus menyapamu tapi aku urungkan
Saat ini aku menulis satu demi satu kata, kata yang terus mendiskripsikan segala tentangmu
Apakah suatu saat kamu akan membaca tulisan ini??
Jika, iya itulah sebuah keajaiban.
Biarlah keajaiban yang menyampaikan segala rasaku
Aku mencintaimu sungguh, tapi maaf jika rasa ini tak akan pernah tersampaikan
Udara di kota dingin malam ini menjadi saksi, bangku-bangku kosong di dalam gedung biarlah menyimpan semua rahasiaku
Aku tak mau egois, menyalahkanmu karena tak pernah peka dengan perasaanku
Berbahagialah
sunshine ^^
Tuesday, 23 February 2016
Belum berjudul dan belum ending (masih ketunda)
Well,
hay guys namaku Muntika Anjani aku salah
satu murid SMA Harapan Bangsa. By the way any way bus way aku sekarang udah
kelas tiga SMA. Yap sebenarnya aku udah tua juga ya tapi kebetulan wajahku unyu-unyu gitu bisa dibilang baby face. Masa
sopir angkot bilang kalau aku masih anak satu SMP, ahh bodoh amatt sama sopir
angkot itu. Ehh iya lupa belum selesai yaa kenalannya aku paling suka nonton
filem khususnya sih drama korea gitu, bisa dibilang aku itu KPOP amatir , you
know why???? Jelaslah aku suka banget sama cowok-cowok boyband korea but saya
gak tahu nama mereka satu-satu. Aku emang tipikal cewek yang gak konsisten
dalam berbagai hal, termasuk kisah cintaku sampai, sekarang nihh aku gak tau
aku jatuh cinta sama siapa. Eitt bukan berarti aku gak bakal jatuh cinta loo, aku
sering khayalin bagaimana cinta pertamaku kayak yang ada dalam drama korea gitu
pastinnya akan so sweet banget. End dulu yaa kenalannya sekilas tentang saya,
kita mulai ceritannya.
Hari ini
pertama masuk sekolah setelah menikmati liburan yang sangat panjang banget.
Rasanya kangen banget sama temen-temenku. Inilah saatnya ketemu kangen, kayak
gak bertemu udah 5 tahun perasaan cuma libur 2 minggu nihh kelas udah kayak
pasar. Semua pada ngomongin pada liburan kemana selama liburan semester, kalau
yang satu itu aku gak mau ngomongin.
“ Tik
kamu liburan kemana kemaren?”, tanya Disty
“ emm
apa??? Liburan “ jawabku watados sambil meletakkan novel yang tadi aku baca
“hello
muntika gue nanya,KEMAREN LOO LIBURAN KEMANA?”, jawab Disty kenceng banget
“ohh
liburan I just Stay at home”, jawabku santai
“whatt??
You just stay at home, are you sure?”, jawab Disty dengan gaya sok inggris
“Disty
sayang, gue cuman dirumah aja gak kemana-mana puas loo”, jawabku
“sumpah
loo udah diberi kesempatan 2 minggu buat hange out buat nyari cowok yang
ganteng
Malah
cuman bengong di rumah”, seru Disty menyesalkan waktu liburan gue
“whatt?
Apa kata loo ,nyari cowok?, cowok gue pasti datang dengan sendirinya kan jodoh
pasti
bertemu
?” jawabku sambil tertawa kecil
“
Muntika Anjani yang realistis dikit dong jangan samain kisah cinta loo kayak
drama korea yang
sering
lo tonton, begini nihh korban drama korea ngayal mulu bisanya”, ledekan Disty
pedas
“enak
aja korban, drama korea itu bagus banget tau, elunya aja yang gak pernah
nonton”,
Jawabku
membela diri.
Berdebat dengan Disty buat perut mules apalagi denger
ocehannya yang selalu nerocos. Kantin mana kantin cacing-cacing di perut dari
tadi berontak.
“brakkkkkkk”,
seseorang menabrakku
OMG ini manusia apa malaikat, sumpah matanya,
rambutnya, kulitnya,ditambah wangi banget ini baru pangeran gue.
“upsss
Sorry”, seruku sambil terperanjat dari tatapannya
“ahh
lain kali pakek mata dong kalo jalan, jadi lecekkan baju gue”, jawabnya siniss
sambil merapikan bajunya yang sebenarnya gak lecek
“kan gue
udah minta maaf”, jawabku agak sedikit takut juga
Ehh cowok itu nylonong gitu aja, kayaknya aku
bener-bener jatuh cinta pada pandangan pertama. Tuhkan jodoh pasti bertemu,
pikiranku mulai ngaco sadar muntika oo iya aku tadikan mau ke kantin kantin Iam
coming!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Sepertinya aku bahagia banget hari ini.
Ini
pagi kayaknya semangat banget aku pergi ke sekolah, sesampai gerbang sekolah oh
My God,cowok itu, lagi naek motor pakek jaket kulit item dibuka helmnya, hatiku
benar-benar melted. Bener-bener cowok itu sudah berhasil membuatku jadi cewek
blo’on, benar-benar pangeran negri dongeng.
“Tikaaaa”,
suara disty merusak imajinasiku
“
iyya”, jawabku senyam senyum kesenengan
“kenapa
loo kesambet setan kesenangan kayak gitu”, tanya disty karena tingkah gue
“lihatt
tu”, menyuruh disty melihat pangeran impianku
“wahhhhhh”,
disty melongo
“Disty,
gantengkan-gantengkan??, tanyaku pada disty penuh dengan semangat
“itu
mah ganteng banget, oo jadi cowok itu katanya anak baru yang mau masuk kekelas
kita”
Jawab
disty
“serius,
dia sekelas dengan kita,beneran gak mimpikan”, jawabku kesenengan setengah alay
“jangan
bilang loo naksir sma tu anak, Muntika dia itu ganteng banget pakek banget,
pasti
banyak
saingan loo”, jelas disty.
“emmm
gitu yaa?”, jawabku sedikit pupus L
“ahh
udah dehh ayook kita ke kelas, katanya jodoh pasti bertemu”, seru Disty
mengajak ke kelas
Jam pertamapun dimulai dan eng ing eng perkenalan anak
baru itu telah usai baru saja, namanya Billy bla bla bla dia pindahan dari
Austria katanya sihh pindah ke Jakarta ikut bokapnya. Sumpah rasanya sekelas
sama pangeran impian itu udah bikin sport jantung benar-benar dag dig dug jederrrr.
Apa lagi dia duduk didepanku, bagaimana aku mau konsen ke pelajaran kalau manusia sempurna
ini duduk didekatku???
Kelihatannya aku bakalan kalah saing deh, ketua geng
resek ehh salah geng gesek atau biasa disebut (geng bersolek) udah nempel aja sama pangeran impianku.
Secara Bianka cantik kayak gitu sedangkan aku paling cuek sama yang namanya
dandan. Ternyata yang dikatakan Disty ada benarnya juga tapi berat banget
nglepasin pangeran seganteng dia. Ayoo sadar dong Muntika sadar konsen ke
pelajaran. Pelajaran bahasa Indonesiapun di mulai.
“Anak-anak
hari ini kita akan membahas tentang cerita pendek (cerpen), dan satu kelas akan
dibagi
beberapa kelompok, masing-masing kelompok ada 2 orang untuk membuat satu
karangan
cerpen”, jelas bu hida
Cerpen ini sih makananku, Bianka sudah kelihatan
merengek sama si Billy deh minta satu kelompok pastinya. Hopeless deh aku,
suasana kelas semakin ramai, ada yang minta sama inilah, sama itulah gak tau
apa aku kan lagi hopeless banget. Daripada rempong dan makan ati mending
ngerjain sendiri.
“stopp,
anak-anak diam ,biar lebih adil saya yang akan membagi kelompoknya”, seru Bu
Hida
Hehehe bu Hida memang benar-benar bijak, 0.00001% aku
bisa sekelompok sama Billy.
Suasana mulai tegang kayak nunggu kupon di undi ketika
bu Hida nyebut nama Billy. Dalam atiku nih udah ngarep banget.
“Billy
dengan Anjani”, suara yang paling indah Bu Hida yang baru kali ini aku dengar.
I LOVE U full bu Hida, oh My GOD jantung ini mulai copot
Billy noleh ke belakang, memandangku sumpah matanya indah banget.
“mau
ngambil tema apa”, tanya Billy
“emm
tema, menurutmu??”, jawabku salting
“kok
lo jadi nanya balik sih??”, jawabnya singkat
“emm
bagaimana kalau temanya kisah cinta anak SMA, misalnya sih kayak ada cewek yang
naksir
sama anak baru yang baru pindahan. Ceweknya itu jatuh cinta pada pandangan
pertama karena cowoknya ganteng banget, matanya indah banget bla bla bla”, jawabku panjang banget
“loo
mau nulis cerpen ato lagi curhat sih??”, jawabnya santai tapi sok cool
What what, Muntika kamu tu bego apa bloon sihh masak
perasaan suka sama cowok kok kamu kasih tahu sekarang sihh. Pastinya dia sudah
illfel banget sama gue Tuhan tolong buat dia amnesia buat gak inget sama ucapan
ku tadi.
“berapa
nomer lo?”, kata Billy sambil menyodorkan hpnya
“emmm
nomer ya ”, jawabku sambil menuliskan no di hpnya billy
Pulang sekolah, rasanya aku gak mau banget enyah dari
bangku ini secara didepan mataku ada manusia sesempurna ini.
“woeee
cengar-cengir aja loo”, suara Bianka mengagetkanku
“ada
apa sihh By, gak usah tereak-tereak gue udah denger keles”, jawabku santai tapi
agak kesal
“gue
ingetin yaa lo jangan-jangan coba ndeketin Billy, mentang-mentang satu kelompok
udah
sok caper, BILLY itu milik gue”, celoteh Bianka gak jelas
sok caper, BILLY itu milik gue”, celoteh Bianka gak jelas
“Terserah
loo aja dehh yang penting gue mau pulang, gerah tau gak??”, jawabku sambil
merapikan buku dan nylonong pulang.
merapikan buku dan nylonong pulang.
Gerah banget udah udaranya panas ditambah ngedengerin
omelan cewek macan malah angkot lama banget, sempurna deh idupku hari ini.
“mbrem
mbrem “, suara motor
“
santai aja kenapa sihh gak usah mbleyer-bleyer di muka gue, gak tau apa orang
lagi BM”,
jawabku sambil kesel
jawabku sambil kesel
“lo
ngapain di sini?”, tanya Billy sambil ngebuka helmnya
“
nunggu angkot lah, emang mau narik bajai”, jawabku ketus (faktor Bad Mood)
“
lohh kok lo jadi nyolott sihh”, jawab Billy dengan gayanya sok cool
“
salahnya sendiri orang lagi badmood loo tanya-tanya”, jawabku agak kesel juga
“
loo mau bareng gue enggak”, Billy nawarin tebengan
“
Ohh MY no, gue akan diboncengin sama cowok sekeren Le Min Ho versi indonesia
benar-benar
mimpi di siang bolong”, seruku dalam hati sambil menepuk kedua pipiku
mimpi di siang bolong”, seruku dalam hati sambil menepuk kedua pipiku
“
Hello lo jadi nebeng gak??? Tanya Billy mengagetkanku
“enak
aja nebeng loo, situ kan yang nawarin” jawabku ngentol
“
iya mau gak gue anterin pulang” tawar Billy
“iya
uda deh kalo lo maksa” timpal gue padahal dalam hati gue mau banget
Benar-benar suasana yang membingungkan, sepi tapi
sangat nyaman banget ada didekatnya. Nih orang gak tanya apa kek emang tau
rumah gue, nih udah kayak patung pancoran yang udah lumutan yang dari tadi cuma
didiemin aja.
“Rumah
loo dimana?” tanya Billy tiba-tiba membangkitkan suasana
“ehh di
jalan Kemang Blok M, anterin sampek gangnya aja gak papa” jawabku
Plis ajak gue makan kek, mampir dulu kemana kek biar
gak keburu usai momen diboncengin kamu. Tuhan tolong kirimkan petunjukmu. Eng
ing eng God answer my wish, hujan turun padahal belum sampai daerah Kemang.
Terimakasih Tuhan telah menjawab doaku.
“Bill
hujan nih”, keluh gue kebasahan
“oke
kita cari tempat buat berteduh”, jawabnya singkat
Akhirnya kita berdua terdampar di halte bus, seragam
udah basah semua. Suasana makin mencekam dihiasi hujan yang semakin lama malah
semakin deras, dinginnya udah sampek ke ubun-ubun. Udah gak pakek helm gak
pakek jaket keajaiban deh kalo gak basah J.
“nih
pakek jaket gue”, kata Billy sambil menyodorkan jaket
“eh
gak papa nih ?”, tanya gue
“udah
pakek aja”, jawabnya datar
Ampun dah jantungku rasanya udah mau copot,
tenang-tenang muntika lo tu cewek musti jaga image. Setelah diem-dieman
beberapa menit eh salah beberapa jam tepatnya akhirnya hujan reda juga,
akhirnya capcus pulang deh.
“emm
btw makasih ya Bil?”, kataku sambil turun dari motornya
“iya”,
jawabnya singkat banget
Hah akhirnya sampai rumah juga, lega-lega gak ikhlas
gimana setelah motor Billy hilang dari pelupuk mata.
Tuhan
apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama, rasanya seperti setengah
menyiksa, tapi sepertinya rasa ini sangat tulus.
“Muntika”,
panggil mamaku mengagetkanku dalam lamunanku hampir menuju mimpi indahku
“iya
ma, masuk aja gak dikunci”, jawabku sambil menahan rasa pening di kepala
“nih
mama bawain susu anget, makanya kalo ujan gak usah nekat kan jadinya sakit
begini
udah dibilangin biar diantar jemput sama mang Dadang malah milih naek angkot”,omel
mamaku panjang lebar
udah dibilangin biar diantar jemput sama mang Dadang malah milih naek angkot”,omel
mamaku panjang lebar
“ahh
mama, muntika pusing mau tidur dulu”, jawabku sambil menarik selimut
“udah
besok gak usah masuk dulu”, kata mama sambil menatakan selimut untukku
Aku harus
sembuh kan besok ada pelajarannya Bu Hida, apapun yang terjadi aku besok harus
masuk.
Pagi sudah menjelang, keputusan sudah bulat fix hari
ini masuk sekolah fighting Muntika.
“mang
anterin saya sekolah”, mintaku pada mang dadang yang lagi ngelap mobil
“tumben
non muntika minta dianterin?”, tanya mang dadang heran
“lagi
gak enak badan mang, sedikit demam”, jawabku sambil masuk dalam mobil
Nih mobil cepet banget tau-tau udah di depan gerbang,
apa aku kali yang hampir ketiduran.
“makasih
mang, nanti tolong dijemput ya mang”, kataku sambil keluar mobil
“beres
non”, jawab mang dadang
Langkahku gontai, maklum lah yang niat masuk kan cuma
ati bukan badan begininih jadinya. Bertambahlah
siksaanku hari ini , geng gesek udah markir badan aja di depan pintu
kayak satpam yang kerajinan.
“ehh
ada cewek caper kemaren”, sindir Bianka
“siapa-siapa
Bi”, tambah kedua temannya
“loo
bisa minggir gak sih”, jawabku kesal
“uhh
kacian gak bisa masuk ya?”, kata Bianka
“loo
budek yaa, gue mau masuk”, jawab gue sambil berteriak
“oke
loo boleh masuk dengan satu syarat, loo musti jauhin Billy”, seru Bianka
membuat
kupingku panas
kupingku panas
“gak
usah alay juga keles”, jawabku sambil nylonong masuk
Pagi yang sedikit anget juga, udah badan panas
ditambah ocehan Bianka yang sedikit mengusik perasaan dihati. Hari ini
benar-benar episode I Will Forget You, terlalu banyak tantangan dan perjuangan.
Meski rasanya sakit di ulu hati lama-kelamaan udah biasa. Remember Muntika loo
tu sama dia bagai pungguk merindukan bulan so udah yaa mikirin dia anggap Cuma
temen and loo musti profesional kalau udah belajar kelompok. Pelajaran Bu Hida
pun dimulai huh rasanya pingin kabur aja, gak siap gue harus barengan sama dia
terus bagaimana mau ilang perasaan.
“mau
ngambil tema apa”, tanya Billy sambil merubah posisi duduknya menghadap gue
“terserah
loo aja deh, lagi gak bisa mikir”, jawabku sedikit ketus
“ya
gak bisa gitu dong, inikan tugas kelompok”, jelasnya agak sedikit tersinggung
“loo
bisa gak sih ngertiin gue sedikit aja”, jawabku tak berani memandang wajahnya
“inikan
tugas kelompok ya musti dikerjain bareng-barengkan?”, jawabnya agak sedikit
kesal
“iya-iya
gue ngerti, nih lihat wajah gue apa masih maksa buat mikir”, timpalku sambil
menunjukan wajahku yang semakin pucat
menunjukan wajahku yang semakin pucat
“loo
sakit?”,tanya Billy dengan wajah tanpa dosa
“enggak,
gue cuma kurang sehat yaiyalah sakit, ihh loo itu jadi cowok gak peka banget
yaa”,
jawabku seenaknya
jawabku seenaknya
“emang
gue gak ngerti, ya udah gih sono lo ke UKS ntar bisa-bisa nularin satu kelas”,
ejeknya
“enak
aja nularin, emang gue sakit cacar apa, mending izin pulang aja daripada disini
ngelihat
cowok nyebelin yang gak peka sama penderitaan orang lain, tambah gak sembuh penyakit gue”
jawabku judes
cowok nyebelin yang gak peka sama penderitaan orang lain, tambah gak sembuh penyakit gue”
jawabku judes
Akhirnya sampai juga in my Kingdom benar-benar tempat
ternyaman di dunia, ketemu boneka-boneka tinkerbleku. Iya sih aku emang penyuka
drama korea holic tapi jangan harap nemuin poster-poster artis korea di kamar
gue yang ada Cuma hiasan ala-ala peri . Kenapa gak ada? Gue juga gak tau
jawabannya hehehe udah dulu yaa muntika bobog cantik dulu J
“Muntika,
muntika sayang”, panggil mamaku
“iya ma,
ada apa muntika masih pusing nih”, jawabku dengan mata masih terpejam
“ada
temanmu nih mau njenguk”, jawab mamaku
Halah paling juga Disty, tapi kenapa musti lewat mama
biasanya juga nylonong masuk gitu aja.
“iya
ma suruh masuk saja”, jawabku setengah datar
Ku dengar langkah begitu teralun, sepertinya langkah
yang asing bukan suara berjalan Disty ataupun mama ahh bodoh amat siapapun dia
mengganggu kenyamanan orang sakit.
“boleh
masuk nih?”, suara yang tiba-tiba secara spontan membuka mataku yang sangat
berat
Hah Billy oh my God masyaAllah ini aku masih pakek
piama polkadot rambut masih acak-acakan rasanya malu bingit.
“oh
ya masuk-masuk”, jawabku sambil merapikan rambut yang sudah mulai kayak singa
“kata
Bu Hida tugasnya dikumpulin besok mestinya , tadi berhubung lo sakit kita
dikasih waktu”,
jawab Billy sepertinya menjelaskan maksud kedatangannya
jawab Billy sepertinya menjelaskan maksud kedatangannya
“kirain
mau nengok gue, nih kepala udah mulai gede lo banting aja”, jawabku sedikit
ngambek
“loo
kan udah sembuh, sekarang kita mulai ngerjain cerpennya aja ya”, jawabnya datar
“nohh
di laptop gue, loo tinggal milih entar loo copy trus lo print trus tinggal
dikumpulin
selesaikan?” jawabku sambil mengejeknya
selesaikan?” jawabku sambil mengejeknya
“oke
, kenapa gak loo print sekalian?”, jawabnya sambil sibuk dengan laptop
“enak
aja gue, hello lo cuma ngapain”, jawab gue sambil melempar guling ke badannya
“
nih gue milih yang ini”, jawabnya sambil menyodorkan laptop serba hijau
kesayanganku
Tiba-tiba jantung ini mendadak berhenti, Billy milih
cerpenku yang berjudul “falling in love on first meet” ini
kan cerpen yang baru kemaren aku buat. Tidak sengaja mata kita saling menatap,
sepertinya tatapan kita saling bertemu seperti ada athmosfer lain.
“gimana
?” suara Billy membuyarkan semua atmosfer
“gak
papa lo copy aja”, jawabku kikuk
“oke
kalo gitu gue pulang dulu ya”, kata Billy sambil mengambil ranselnya
“ohh
oke”, jawabku sambil menatap kepergiannya
Emang cowok nyebelin gak pernah peka, ngomong cepet
sembuh aja susah banget.
“ciee
yang dijengukin pacar baru”, ejek mamaku yang tiba-tiba masuk kamarku membawa
sepiring buah
sepiring buah
“
ah mama bukan pacar ma cuma temen, orang dia gak jenguk Muntika tapi nanyain
tugas”
jawabku sambil membela diri
jawabku sambil membela diri
“masak
hanya nanyain tugas, orang dia yang bawa buah yang kamu makan sekarang”,
jelas mamaku sambil tersenyum
jelas mamaku sambil tersenyum
“huk
huk seserius ma”, jawabku tersedak setelah mendengar pernyataan mama
Dasar cowok emang sukanya ambigu mulu, mungkin cuma
formalitas bawa buah biar disangkain mama mau njengukku gak papalah suudzon
sama orang yang satu itu.
Pagi
yang cerah sesehat badanku hari ini, ehh gak nyambung yaa btw episode apa ya
yang harus gue alami hari ini check it out??
“heyy
Muntika”, tereak suara cempreng Disty
“hayyy
datang-datang heboh banget”, jawabku sambil mencubit kedua pipinya
“ada
kabar yang hott banget bi bingit”, jawab Disty sambil terengah-engah
“apa-apa
?”, jawabku penasaran
“Billy
jadian sama Shinta cewek paskibraka XII IPS 1 yang super duper cantik”, cerita
Disty yang
seperti petir menggelegar di siang bolong
Mendengar cerita Disty jiwa ini terasa separuh oh God
kuatkan hati ini, pliss Muntika kamu gak boleh nangis harus kuat-kuat. Segarnya
air wudhu pastinya akan menyejukan ati juga, gini-gini aku rajin sholat juga meskipun
sholat sunahnya sebulan sekali. Mushola terletak disebelah kelas XII IPS 1 ini
pikiran udah kepo duluan, pasti Billy udah ngeksis duluan di kelas ips 1 satu
dah. Ahh udah dong Muntika fokus-fokus kamu kan mau sholat pikiran musti
jernih.
“hem
hem”, suara deheman seorang cowok
“ehh
loo Bill”, sapaku sok datar
“ngapain
loo disini?”, tanyanya sambil melepas sepatunya
“mau
mandi, ya mau sholat keles”, jawab gue sambil nylonong masuk mushola
Tuhan bantu hati ini untuk ikhlas melepasnya, tak
terasa air mata ini menetes begitu saja.
“hayy
sayang, udah nunggu lama yaa”,suara cewek dari mushola
Doble whatt oh my God itu kan Shinta jadi beneran
mereka sudah jadian, aku harus keluar mushola musti dengan wajah pura-pura gak tau. Padahal ini
air mata udah mau jatuh aja ayoo buruan dong kalian cepet-cepet menghilang.
“lohh
kenapa mata lo merah?”, tanya Billy tiba-tiba
“lo
nanya gue, ohh ini tadi kecolok pas
nglepas mukena”, jawabku sok santai
“ohh,
ayo sayang kita wudhu”, jawabnya sambil megajak shinta wudhu
Bener-bener pengen ngrobek-ngrobek mulutnya Billy
emang ngaruh sayang-sayangan di depanku sebenarnya sihh ngaruh banget hah udah
deh bodoh banget.
Di kelas
aku hanya memutar-mutarkan bulpen entah pikiranku melayang ke dunia antah
berantah mungkin.
“Dorrr”,
suara Disty mengagetkanku
“ihh
apaan sih Diss”, jawabku sinis
“lagi bete yaa bebebku yang cantik”, tanya Disty
sambil mencubit pipiku
“enggak
gue lagi seneng banget, yaiyalah lagi bete emang muka gue kurang asem apa”
Jawabku sambil membalas cubitannya Disty
“lha
gitu dong senyum, kan jadi uenakkk”, canda Disty
Jadwal
Rabo sore adalah berburu novel-novel teenlite, baju udah oke dan mood gue juga
udah oke so doble oke tinggal capcuss. Sampai juga di toko buku langganan gue,
btw cerita apa yang menyambutku nanti.
“mang
jemput seperti biasa yaa”, seruku pada mang Dadang
“siap
non”, jawab mang Dadang
Satu-satunya tempat penghilang tempat mujarab yang
bisa ngilangin bad mood gue ya di tempat ini. Alasannya sih simple aku suka
banget sama cerita-cerita fiksi, kan njalur sama imajinasiku yang suka
mengkhayal sampai ke duniannya peterpan neverland misalnya atau piksihollow dan
masih banyak lainnya. Begitulah emang kadang isi otakku sedikit erorr.
“hem
hem cari buku apaan neng”, sapa seorang cowok dibelakang gue
“eh
lo Bil, ini nyari novel”, jawabku setelah tersadar ternyata cowok itu adalah
Billy
“sayangg
sudah dapet nih bukunya”, tereak seorang cewek yang menurut prediksi gue adalah
Shinta
“iyya
sebentar, oh yaa gue duluan ya”, seru Billy langsung menghambur pergi
Gila kemana-mana ketemu dia gimana mau move on????
Entahlah Tuhan pasti akan memberi petunjuk. Novel sampul hijau toska bergambar
seorang anak ABG perempuan yang sepertinya sedang jatuh cinta sepertinya
berhasil menarik perhatianku. Ini perut sepertinya sudah minta jatah, think
again pengen makan apa ya kali ini??? Akhirnya kaki ini melangkah ke sebuah
keday unik berhiasan ornamen-ornamen ala strowberry. Pan cake strawberry
caramel ditemani strawberry milkshake full cream sudah didepan mata, capcusss
kita santap eittt jangan lupa berdoa yaa. Suasana di kedai itu begitu tenang
dan damai aku memutuskan untuk agak sedikit lebih lama di sana sambil membaca
novel yang tadi aku beli.
Oh
my God ini kan sudah lewat jam 5 pasti mang dadang udah nunggu lama, aku
langsung buru-buru cabut dari kedai itu. Dengan nafas terengah-engah sampai juga
di depan toko buku, kedua mataku clingukan mana mang Dadang kok belum datang
biasanya mang Dadang setia banget nungguin aku.
“klunting”,
terdengar suara ponsel dari sakuku
“Muntika
sayang, kamu pulang sendiri ya Mang Dadang mama suruh nganterin ke butik”,
ternyata sms dari mamaku.
ternyata sms dari mamaku.
Bagaimana mau pulang jam segini apa angkot masih ada,
mau naek taksi uang tinggal 15ribu aduh mama kok tega banget sih sama muntika.
Kalau jalan kaki bentar lagi udah mau
malem mana jauh banget , kalau nungguin mama hah mamakan kalo di butik kan lama
banget.
“tin
tin “, suara klakson mobil terdengar dari belakangku
“mau
nebeng gak”, tawar Billy yang tiba-tiba muncul dari kaca mobil berwarna putih
itu
“iya
sini Mun bareng kita aja bentar lagi kan udah mau malem”, tambah tawaran Shinta
“iya
deh”, jawabku singkat lalu langsung masuk mobil belakang
Huh gerah banget deh mendengar cekikikan kemesraan
mereka berdua, tiba-tiba mataku tertuju keluar menembus kaca dan menerawang
jauh. Aku merasa dalam suasana atsmosfer orang lain, entah mengapa aku bisa
menyasar diantara mereka berdua. Tiba-tiba suasana mendadak hening aku merubah
pandanganku ke depan ku lihat Shinta sudah terlelap tidur. Entah apa yang
membuat sepasang mataku tertuju pada kaca depan, ada sepasang mata yang
menatapku begitu lekat penuh makna. Spechless sumpah badan ini terasa beku,
memperbaiki posisi dudukku saja aku tak sanggup (lebay sedikit kan gakpapa)
“nganterin
Shinta dulu yaa kasihan dia kelihatan kecapekan banget”, suara Billy
membuyarkan
Suasana
“terserah
lo aja kan gue cuma nebeng”, jawabku singkat
Mobil terus melaju dan aku sepertinya sudah gak peduli
tentang perasaan ini yang sekarang aku ingin lakukan hanya ingin mencurahkan
bola kejanggalan yang terus menghuni hati ini tetapi pada siapa?? Tak terasa
mobil sudah berhenti di depan rumah mewah sepertinya rumah Shinta.
“ Sayang sudah sampai rumah ini”, suara Billy
membangunkan sang pacar
Akhirnya mereka turun berdua, entah percakapan apa
yang dibicarakan di depan pagar yang pasti memakan waktu cukup lama. Udah
jamuran nih badan nungguin mereka, ngantuk arghh ini nih yang tak bisa aku
hindarin.
“sudah
sampai mana Bil?” tanyaku setelah sadar ternyata aku sudah ketiduran
“ini
baru juga jalan”, jawabnya singkat
“ohh
dari tadi lo sama Shinta ngobrol udah hampir 2 jam?”, tanyaku sebel sambil
melirik jam
tangan.
“emangnya
kenapa?, kan lo juga tidur di mobil”, jawabnya terlalu singkat
“kenapa-kenapa
apa lo gak mikir gue ini cewek jam segini masih kelayapan di luar
gue juga punya mama yang pasti juga khawatirin gue, orang hpku lowbat lagi”, cerocosku
panjang lebar
gue juga punya mama yang pasti juga khawatirin gue, orang hpku lowbat lagi”, cerocosku
panjang lebar
“
gak usah lebay deh mama lo tadi udah gue telfon”, suara Billy memotong
pembicaraanku
Sesaat aku terdiam tumben mama ngijinin aku keluar
sama cowok biasanya jam segini udah di kurung di dalam rumah.
“mampir
makan dulu ya”, tawar Billy
“gue
gak laper kok, gak usah ya kita langsung pulang aja ya”, jawabku sambil menahan
kantukku
yang semakin berat
yang semakin berat
“tapi
gue lapar”, jawabnya maksa
“
terserah lo aja deh”, jawabku sambil manyun
Aduh Billy lo gak tau ya semakin aku deket sama kamu
makin nyesek aja nih ati. Setelah memasuki pintu masuk oh my god ini kan
restoran sekelas bintang lima, mataku berkeliaran kemana-mana, kesudut-sudut
seperti orang baru pertama datang ke restoran, emang baru pertama juga sih
datang ke tempat makan sekeren ini. Omo baru tersadar aku ternyata jadi pusat
perhatian, aku hanya clingukan salah tingkah sendirian sementara Billy masih
memesan tempat. Akhirnya kuputuskan untuk ke toilet, sumpah aku hanya
tercengang menganga melihat penampilanku. Pantesan orang-orang elite itu
merhatiin aku, orang aku udah kayak princess alias princess comberan. Rambut
acak-acakan, muka udah buluk banget bener-bener Billy udah berhasil membuatku
menjadi artis sekelas topeng monyet. Aku keluar toilet dengan penampilan agak
sedikit rapi dengan rambut yang ku cemol agar memberi kesan tidak mengantuk
padahal nih mata udah tinggal merem aja. Ku lihat Billy sudah duduk di tempat
paling pojok, aduh tu anak mau mojok sama mbak kunti apa.
“lho
resek banget sama gue deh Bil heran gue”, tanya gue sambil nylonong duduk di
depannya
“
resek kenapa emangg?”, jawabnya acuh sambil membolak-balik buku menu
“ngomong
dong kalo mampir di tempat ginian, seenggaknya lo ngomong penampilan gue
seneng banget kayaknya kalo gue malu??”, jelasku kesel
seneng banget kayaknya kalo gue malu??”, jelasku kesel
“loo
kan cewek kan mestinya lo selalu tau penampilan, gimana cowok mau nempel sama
lo
kalo lo aja sama penampilan cuek gitu”, jawabnya begitu pedas
kalo lo aja sama penampilan cuek gitu”, jawabnya begitu pedas
“ohh
lo jadi suka sama cewek cuma dari penampilannya doang, kirain beda sama
cowok-cowok
lain ternyata sama aja”, jawabku lebih sadis
lain ternyata sama aja”, jawabku lebih sadis
“mending
lo gak usah bawel ya gih mesen apa situ” serunya meredam suasana
Aku tetep bersikukuh untuk tidak memesan makanan
apapun, ngantuk sudah mengalahkan segalanya. Nih leher dan mata sepertinya
bersengkongkol sudah ceklak cekluk dari tadi, makanan Billy datangnya lama
banget lagi.
“ayoo
dong Bill kita pulang udah ngantuk nih”, rengekku manja sambil menunjukan
mataku yang
yang memerah
yang memerah
“baru
mesen makan ,yang sabar dulu napa”, jawabnya
“lo
kan tadi ngedate sama mbak pacar apa lo gak makan, ato jangan-jangan kalian
pasangan
ngirit?”, kataku semakin ngelantur (faktor ngantuk)
ngirit?”, kataku semakin ngelantur (faktor ngantuk)
“
diakan diet gak kayak loo jeblang jeblung sama makanan”, ejek Billy
“
ehh diet, lagian kalo di rumah dia makannya dua piring kan lo juga gak tau
mending kayak gue
apa adanya gak jaim”, jawabku gak terima
apa adanya gak jaim”, jawabku gak terima
Setelah beberapa menit menunggu, aroma nasi goreng
sudah di depan mata sayang bukan aku yang mesen. Aneh banget ini mata giliran
ada makanan langsung saja melek, pengen banget nasi goreng seafood.
“Bill
ayoo dong pulang”, rengekku lagi lalu pindah duduk disamping Billy
“Bill,bill”,
rengekku sambil menarik baju Billy
“sabar
dong , malu diliatin orang”, jawabnya pelan
“bodo
amatt, ayoo pulang”, ajakku lagi
“iya-iya,
bentar lagi sumpah deh jalan sama lo rempong banget”, jawabnya
“cepetan-cepetan
cepetan”, rengekku semakin menjadi begininih kalo aku sudah ngantuk sikap
Kekanak-kanakanku
pasti kambuh.
“nah
kalo begini kamu bisa diamkan”, kata billy sambil menjangkau kepalaku untuk
diletakkan
dibahunya.
“udah
lo tidur aja sambil nungguin gue makan, daripada lo bawel”, jelasnya
Jantung sudah mau copot, ini mimpi ato nyata
benar-benar gak bisa mbedain. Aku bersandar di bahu yang sangat nyaman, harum
parfumnya yang khas menambah kenyamanan aku sepertinya sudah melayang di alam
mimpi.
“sayang
bangun, kita sholat subuh dulu yuk”, suara sayub-sayub terdengar
“eh
mama iya ma sebentar”, jawabku pelan-pelan membuka mata
Aku melihat-lihat sekeliling ternyata ini sudah di
kamarku, lalu kapan sampai rumah kok aku lupa. Ah bodo amat ku ambil air wudhu
lalu menyusul mama ke kamar sholat.
“ma
jam berapa Muntika pulang, Muntika kok gak ingat apa-apa?”, tanyaku pada mama
“
mama juga lupa sayang, lagian kamu kalo udah tidur susah banget dibangunin”,
jawab mama
sambil mencubit hidungku
sambil mencubit hidungku
“
kasihan mang Dadang ya ma mbopong aku sampai kamar”, kataku kepo
“
orang bukan mang Dadang yang mbopong kamu, tapi Billy”, jawab mama
mengagetkanku
“
ah mama kan ada mang Dadang, biasanya kan mang Dadang?”, tanyaku manja
“lagian
mama udah ngantuk, yang bukain pintu aja Bik Inah”, jawab mama
“ahh
mama anaknya pulang bukan disambut malah di tinggal tidur”, tambahku tidak
diterima
“
tapi senengkan dibopong sama Billy?”, ejek mamaku
Bingung mesti
ngerasa apa mau bahagia apa mau ngrasa kesel, rasanya seperti makan rujak. Fiks
hari ini aku harus belajar move on apapun yang terjadi yahh meskipun meskipun
move onnya sekelas sama yong hwa.
“ma
hari ini naek sepeda aja ya berangkat sekolahnya”, mintaku pada mama
“
apa kamu gak capek sekolahkan jauh sayang”, jawab mamaku sambil menata makanan
“
kan biar Muntika sehat ya ma ya ma”, pintaku merayu mama
“terserah
kamu deh tapi inget mesti hati-hati”, jawab mamaku
“
baiklah mama Muntika berangkat dulu, asalamualaikum”, kataku sambil mencium
tangan
mama
mama
Well, alasanku bawa sepeda adalah untuk ngeplong nih ati yang
penuh dengan segumpal perasaan yang aneh. Emang dengan bersepeda jiwa ini
terasa bebas, inilah salah satu cara untuk bisa move on ala Muntika. Kalau
biasanya orang suka makan coklat untuk nenangin hati caraku beda lagi ini, cara
yang paling ampuh adalah MAKAN di kantin bu lumayan sepuasnya.
“lo
gak salah Tik mau makan segini banyaknya”, tanya Disty keheranan
“
gak salah banget, loo nyentuh satu makanan ,gue gibeng lo”, jawabku seenaknya
“
busyett dah loo, gimana mau kurus kalo makanan lo aja banyak banget”, cerocos
Disty
“
mending lo gak usah bawel, nih lo makan bareng gue”, tawarku pada Disty
“
katanya gak boleh”, jawab Disty memastikan
“
orang aku cuma bercanda, ya udah kalau gak mau”, candaku pada Disty
“jelaslah
gue mau, emang lagi ada masalah ya sayang, biasanya kalau kamu udah makan kayak
begininih pasti terjadi sesuatu”, tanya Disty penasaran
begininih pasti terjadi sesuatu”, tanya Disty penasaran
“
gak ada apa-apa gue cuman pengen makan banyak aja, kemaren nyokap gak masak”,
jawabku
bohong
bohong
“
ya udah kalau lo gak mau cerita, ni gue makan loo”, jawab Disty sambil melahab
siomay
Entah tidak pada biasanya aku tidak bisa jujur pada
Disty, biasanya aja blak-blakkan. Terperanjat yang pasti juga panas setelah
melihat cowok itu suap-suapan
di pojok kantin bu lumayan.
“Bu Lum, sambelnya masih ada
nggak kayaknya ini makanan kurang pedes deh”, teriak gue pada
Bu lumayan.
Bu lumayan.
“iyya neng , sebentar saya
ambilkan”, jawab Bu Lumayan
Setelah
selang beberapa detik, sambel pesanan gue datang satu dua tiga sampai tujuh
sendok kuah bakso berubah jadi kuah cabe.
“lo serius mau makan ini bakso
cabe, sumpah mendingan jangan deh Muntika sayang”, rayu
Disty melarang gue
Disty melarang gue
“gak papa Disty sayang hawanya
kayaknya masih kurang panas deh”, jawabku langsung
menyantap bakso cabe itu.
menyantap bakso cabe itu.
Sumpah
anjir banget, jam terakhir berharap kosong malah diisi pelajaran matematika
yang menurut gue pelajaran paling abstrak. Panas perut gue terasa panas banget,
keringat mengucur deras entah rasanya pengen pingsan saja. Kamu harus kuat
Muntika plis kamu harus kuat jeritku dalam hati.
Terik matahari begitu menyengat,
benar-benar hari terpanas di dunia. Mungkin penyebabnya efek rumah kaca atau
bakso cabe gue tadi atau sepasang gumpalan daging yang ada di pojok kantin??
Mungkin ketiganya, perlahan aku kayuh sepedaku sambil menahan rasa panas di
perut. Tiba-tiba terdengar suara klakson motor dari belakang, gue lalu menoleh
ternyata Billy dengan Shinta sedang berboncengan. Ada semilir angin dingin tapi
terasa miris ketika motor Billy melaju tepat menyalip sepedaku. Aku hanya
tersenyum getir menahan air mata yang sebentar lagi tanpa diperintah akan jatuh
dengan sendirinya. Tak kuat menahan panasnya perut akhirnya gue mampir ke
apotik untuk membeli obat sakit hati eh salah obat sakit perut maksudnya.
Akhirnya pulang, rumah tercinta,
kamar tercinta ketemu mama tercinta. Tapi ada yang aneh rumah ini kok sepi ya,
tak ada orang sama sekali. Mama gak ada di kamar , mang dadang juga gak ada
terus semuanya pada ke mana?
“ting tong”, suara bel rumah
berbunyi
“iyya sebentar”, teriaku sambil
berlari membukakan pintu
“ehh mbak yayuk ada apa mbak”,
tanyaku pada tetanggaku yang sudah ada di depan pintu
“ gini mbak Anjani tadi mamanya
mbak pesen sama saya kalo hari ini mamanya mbak ke
surabaya sekitar 2 sampai 3 hari karena ada pameran busana butik gitu ”, jelas mbak yayuk
surabaya sekitar 2 sampai 3 hari karena ada pameran busana butik gitu ”, jelas mbak yayuk
“ oo gitu mbak yayuk, lalu mang
dadang ke mana ya mbak?”, tanyaku lagi
“ mang dadang juga ikut, entar
kalo butuh apa-apa bilang pada saya ya mbak Anjani
oh iyya saya lupa tadi katanya mamanya mbak di hubungin hpnya gak aktif jadi beliau mesen
sama saya”, jelas mbak yayuk
oh iyya saya lupa tadi katanya mamanya mbak di hubungin hpnya gak aktif jadi beliau mesen
sama saya”, jelas mbak yayuk
“oo iya ya mbak yayuk, makasih
banyak sebelumnya”, ucapku pada mbak yayuk.
Udah
rumah sepi, perut lagi bermasalah apa lagi ati dalam keadaan remuk-remuknya
benar-benar perfect day. Ya ampun apa aku yang terlalu ngarep sama Billy,
entahlah. Perut terasa lapar deh kalo bete gini , mama udah tau anaknya gak
bisa masak main tinggal gitu aja. Mau makan males keluar di kulkas Cuma ada
buah. Akhirnya jawabannya adalah tidur emang jalan satu-satunya sihh.
“Assalamualaikum”, teriak
seseorang dari luar rumah
“Waalaikumsalam, iyya sebentar”,
jawabku sambil berjalan gontai (faktor bangun tidur)
“belum ganti baju udah molor duluan”, ledek seseorang (belum sadar 100% akunya)
“belum ganti baju udah molor duluan”, ledek seseorang (belum sadar 100% akunya)
“ehhh ada apa ya mas??”, tanyaku
yang masih sibuk mengucek-ngucek mata
“mas-mas emang gue abanglo ?”
jawabnya sedikit marah
“ehh loo Bill”, jawabku kikuk
OMG ini
Billy datang ke rumah gue sore-sore begini, cowok yang selalu rapi, wangi , dan
super duper ganteng ada di depan pintu rumah gue. Gue yang masih pakek seragam,
rambut acak-acakan, dekil Tuhan semesta alam apa yang mesti aku lakukan??
“sana mandi dulu lo”, suruh
Billy sambil sedikit mendorongku
“iyya iyya”, jawabku setengah
bloon
Air
yang menyegarkan dan juga mampu menghilangkan kedekilan dan bloon gue. Tshirt
lengan panjang gambar spongebob + celana ¾ polkadot adalah kombinasi yang klop
untuk bobok cantik nanti malam. Dan cuss nemuin cowok super ganteng tapi
nyebelin.
“hemm ada apa lo ke rumah gue”,
tanya gue so cool
“ayoo lo ikut gue”, ajaknya
tiba-tiba
“ke mana?”, tanya gue terbelalak
“ahh gak usah bawel deh, udah
buruan kunci rumah lo”, paksanya
“serius ini sekarang?”, tanyaku
kikuk
“enggak tahun depan, ya
sekaranglah”, jawabnya sambil menarik tanganku
Lihat
penampilan gue dong Bill, jalan sama lo yang begitu rapi entahlah apa pandangan
orang-orang mungkin lo dikira boncengan sama adek lo yang baru lulus SD.
Tiba-tiba motor Billy mampir ke sebuah cafe tongkrongan ABG-ABG. Suasana rame
banget gue ragu untuk segera turun dari motor gimana nggak ragu tensin keles.
“ayoo buruan turun lo mau
nangkring di motor terus?”, tanya Billy mengagetkanku
“lo sinting apa, mau ngajak gue
ke tempat ginian”, jawabku sedikit kesal
“alah sudahlah gak usah bawel”,
tukas Billy sambil menarik tangan gue
Dag dig
dug jedar jantung ini terasa mau copot, Billy menggenggam tangan gue ya Tuhan
apakah ini mimpi. Suasana cafe ternyata menipu di depan begitu rame ternyata di
dalam begitu tenang dan romantis abis. Seperti biasanya billy memilih tempat
duduk paling pojok belakang.
“lo mau pesen apa”, tanya Billy
sambil menyodorkan buku menu
Mata
gue terbelalak makanan-makanan semua strowberry aaaa gue banget.
“milkshake sama nasi goreng
strawberry, tapi lo yang nraktirkan”, jawab gue sambil sedikit
Berbisik
“iya iya bawel”, jawab Billy
sambil membolak-balikan buku menu
Kring-kring
suara hp Billy berdering sepertinya ada yang menelfon.
“gue angkat telfon dulu”, kata
Billy sambil beranjak entah ke mana
“ emm oke”, jawabku singkat
Menunggu
akhirnya berakhir pesanan gue telah datang dibarengin datangnya Billy.
“gini lo gue tinggal sebentar
yya serius ini Cuma sebentar kok entar
lo mau makan apa aja tinggal pesen nanti gue yang traktir, nanti gue cepet balik kok inget lo
jangan pergi kemana-mana”, cerocos Billy sambil nylonong pergi gitu aja.
lo mau makan apa aja tinggal pesen nanti gue yang traktir, nanti gue cepet balik kok inget lo
jangan pergi kemana-mana”, cerocos Billy sambil nylonong pergi gitu aja.
Tapi
apalah daya gue kalo di depan mata gue udah ada makanan favorit urusan perasaan
pikir belakangan. Seperti layaknya singa kelaparan makanan di atas meja udah
terlahap habis, rasa bosan mulai melanda ketika menunggu Billy. Beberapa
pertanyaan berkecamuk mengitari isi kepala, dan endingnya gue ngantuk.
Three hours later
“Muntika bangun ehh ayoo
bangunn”, suara sayub-sayub yang aku dengar
“ehh lo udah datang”, jawabku
pada Billy setengah menguap
“ayoo pulang”, ajakan Billy
sambil menarik tanganku
Marah,
gue tunda dulu soalnya ngantuk masih mendominasi otakku.
“kita naik taksi aja yya kayaknya
lo udah ngantuk banget”, kata Billy
“emmm”, jawabku terlalu singkat
Alhamdulilah
akhirnya gue bisa nerusin tidur gue, entah suasana apa yang tidak gue sadari
sejak dari tadi. Sepanjang perjalanan Billy menggenggam tangan gue erat seperti
bapak yang takut kehilangan anaknya di tengah keramaian
Subscribe to:
Posts (Atom)
'tween you and me
almost 3 Years antara aku dengan kamu apa yang membuat kita bertahan selama ini dan semoga akan selalu tak jarang kita bertengkar, aku deng...
