katamu, tanpa hadirku hidupmu tenang
perih? tentu
tapi perih itu menyadarkan, betapa bodohnya
iya bodoh, aku masih memikirkan segala tentangmu
bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja, apakah kamu dalam keadaanmu sehat
ternyata keberadaankulah yang membuatmu dalam keadaan tidak baik-baik saja
kata tentang "kita" mestinya memang tak pernah ada antara kamu dan aku
aku? aku akan menghilang dari kehidupanmu, perlahan-lahan segala tentangmu akan kuhapus
aku dan kamu memang awalnya tak saling mengenal memang lebih baik tak saling mengenal
sudahlah menjadi orang asing lagi jauh lebih baik
aku ingin ketika berpapasan denganmu lagi, perasaan dan kenangan tentangmu benar-benar tidak ada
biarlah semua tertuang di sini,
aku dan kamu memang tak akan pernah jadi kita
Tuhan yang merencanakan, dan ini adalah yang terbaik untuk kamu begitupula aku
Selamat tinggal, semoga kamu tenang tanpa hadirku,
Selamat tinggal manusia yang pernah ku panggil Muroidea
~ss
No comments:
Post a Comment