Yang jauh bukan hanya jarak, tetapi "KENCAN DI MALAM MINGGU" ya walaupun cuma via virtual. Untuk melihat wajah doi aja susah banget, pesan teks dibales aja sudah menjadi manusia paling beruntung di dunia. Well, sebenarnya bingung mau nulis bagian apa toh malam minggu yang selalu datang juga sama. Sama-sama diawali dengan pesan teks yang datang "LEMBUR". Pesan yang seperti hantu yang tak pernah aku ingin baca.
Hari Sabtu, yang siangnya sangat membosankan dan malamnya selalu ditunggu bagi banyak orang kecuali aku. Banyak orang mencuci motor, memyetrika baju, sibuk dengan roll rambut diujung kening sepanjang siang menuju sore untuk bertemu dengan orang yang mereka anggap istemewa. Sedangkan aku selalu berujung dengan wajah bermake up yang hanya bertahan 2 menit setelah pesan teks terkutuk itu.
Aku yang terjebak dengan kata "sabar sedikit", jika protes. Menjadi seonggok manusia yang hanya melihat kebahagiaan orang lain yang berlalu -lalang di timeline sosial media. Terlalu lelah untuk meratapi, menangisipun nggak akan membawa perubahan. Melewati malam-malam sendiri, yang entah kapan akan berujung.

No comments:
Post a Comment