Yang semakin lebih legowo menerima kenyataan, bahwa umur seginipun masih saja pengangguran
Usaha? yaa sudah dong, tinggal menunggu penolakan-penolakan yang membuat ngilu di hati
Umur segini bukan saatnya lagi mengutuk diri sendiri atas pencapaian orang lain tetapi,
Ya kita harus belajar bagaimana usaha orang lain tersebut bisa mencapai titik itu
Saya tahu dilema menjadi pengangguran, mau kerja jauh yang peluangnya sangat banyak tapi dilarang orang tua kerja dekat tapi gaji pas-pasan buat orang seperti saya yang berekonomi ngepress, Harus siap-siapin kuping pasang tebel dan hati supaya ikhlas, ehh udah lulus udah kerja dimana?
What the hell, dengan kalimat itu, tapi lama-kelamaan biasa juga,
Memang manusia adalah makhuk hidup yang mampu menyesuaikan diri pada habitat baru dengan cepat (ngawurteori, 2019).
Impian sederhana dari saya seorang pengangguran di tahun 2019 (sementara)
dapat kerja enak tapi gaji gede, finance yang stabil (nggak stabil dibawah juga maksudnya glekk), dapat suami mapan, romance, dan mampu ngimamin saya sholat, kalo tua udah punya perpustakaan mini dipojok rumah, baca-baca buku sambil nge teh sama suami ya Allah apa yang lebih indah dari nikmatMu. AaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaMmiiiiiiiiiiN
Nggak ada salahnya kan bermimpi, mumpung masih nganggur, karena bermimpi juga butuh waktu wkkwkwk.
(tulisan kali ini agak ngawur, karena efek minum obat yang mengandung 500 mg Paracetamol, 50 mg Guaifenesin, 10 mg Noscapine, 15 mg Phenylpropanolamine HCL, dan 2 mg Chlorphenamine maleate alias obat pilek yang efek sampingnya mengantuk, gangguan pencernaan, gangguan psikomotor dll harap maklum)
salam baca
dari saya yang masih ingusan
No comments:
Post a Comment