Sudah setahun aku dengannya, setelah kenyataan yang sempat menghancurkanku dia datang,
Awalnya aku biasa saja, karena aku takut mengenal sesuatu yang sama dengan sebelumnya
Dia begitu penyabar dengan seorang sepertiku yang meledak-ledak,
Setelah sekian lama hatiku tertarik olehnya, aku menjalani hari-hari dengannya
Namun kita tak pernah bersama kita terpisah oleh namanya jarak,
Awal aku baik-baik saja, tapi jarak merubahku dan merubahnya
aku berjuang dengan ketidakberdayaanku ketika dia tidak berkabar
aku tak pernah baik-baik saja jika tak mendengar suaranya untuk seharian
aku cemburu pada semua orang yang bisa melihat keadaannya secara langsung
aku benci menebak-nebak dia sedang apa dan dengan siapa
aku takut ketika tiba-tiba dia ingin mengucap kata pisah karena tidak betah denganku
aku lebih takut dia berubah,
No comments:
Post a Comment